Joko Driyono Resmi Ditahan, PSSI Tetap Berjalan

Mantan pelaksana tugas atau plt ketua umum PSSI, Joko Driyono resmi ditahan oleh satgas anti mafia bola. Jokdri sendiri sudah beberapa kali diperiksa oleh satgas. Dan akhirnya dirinya ditetapkan sebagai tersangkan untuk perusakan barang bukti pengaturan skor yang tengah ditangani oleh satgas anti mafia bola.

Sejak pagi tadi, sekitar pukul 09.00, Joko Driyono kembali diperiksa di Mabes Porli, Jakarta. Penyidikan ini memakan waktu sekitar lima jam, karena pemeriksaan terhadap mantan orang nomor satu di PSSI selesai pada pukul 14.00 WIB.

Berikut ulasan Joko Driyono resmi ditahan

Cukup bukti

Joko-Driyono-Resmi-Ditahan,-PSSI-Tetap-Berjalan-1

Hendro mengatakan, penahanan dilakukan dengan pertimbangan bahwa seluruh proses pemeriksaan terhadap Jokdri telah selesai. Karena itu, satgas antimafia bola tak punya alasan untuk tidak menahan Jokdri. Penahanan terus terkait kasus pencurian serta perusakan dan penghilangan barang bukti kasus pengaturan skor yang ditangani penyidik di kantor Komdis PSSI.

“Penahanan dilakukan selama 20 hari ke depan terhitung sejak hari ini tanggal 25 Maret 2019 sampai 13 April 2019. Kemudian penyidik melakukan gelar perkara pukul 14.00 WIB dan melakukan penahanan terhadap saudara Joko Driyono.”Kata Brigjen Hendro Pandowo terkait Joko Driyono resmi ditahan.

Kasus pengaturan skor

Joko-Driyono-Resmi-Ditahan,-PSSI-Tetap-Berjalan-2

Joko Driyono resmi ditahan lantaran dirinya terbukti melakukan pengaturan skor. Jokdri diduga telah memerintahkan 3 tersangka, yaitu Muhamad Mardani Mogot (Spoir Jokdri), Musmuliadi (OB di PT Persija) dan Abdul Gofur (OB di PSSI). Untuk mengambil dan merusaka barang bukti di kantor Komdis PSSI yang sudah dipasangi garis polisi.

Penetapan tersangka kepada Joko Driyono ini dilakukan oleh satgas antimafia bola setelah melakukan razia di apartemen milik Jokdri bulan Februari lalu dan kini dirinya harus merasakan apa yang telah dia buat.

Tetap berjalan

Joko-Driyono-Resmi-Ditahan,-PSSI-Tetap-Berjalan-3

Gusti Randa juga menegaskan komitmen PSSI untuk terus bekerja sama dengan kepolisian untuk menyelesaikan permasalahan pengaturan skor demi terciptanya sepakbola yang lebih baik. Oleh karena itu PSSI akan tetap bekerja dengan normal sesuai fungsinya.

“Kami telah bekerja seperti biasa demi menjaga laju roda organisasi yang kini telah menciptakan banyak inovasi. Terutama pembangunan dan pengembanganan sumber daya manusia dalam sepakbola Indonesia. Pastinya PSSI juga menghormati dan menyerahkan semua proses hukum kepada kepolisian.”

 

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *